Senin, 27 Maret 2017

Polisi Panggil Penyebar Isu Hoax Penculikan Anak di Ngawi - ID Nekat

NGAWI - Polisi mulai bersikap tegas terkait kencangnya isu hoax penculikan anak-anak. Korp baju cokelat bakal memanggil penyebar kabar meresahkan yang terjadi di wilayah Dempel, Geneng Ngawi. Pemilik akun facebook dengan inisial LAL bakal dipanggil untuk dimintai keterangan di mapolres.  ‘’Sudah saya sampaikan ke satreskrim panggil pemilik akunnya, akan kami lakukan pembinaan,’’ tegas kapolres Ngawi AKBP  Nyoman Budiarja, kepada wartawan.


Nyoman mengatakan menuturkan pemilik akun LAL diduga menyebarkan isu penculikan di

MI Hidayatul Mubtadiin Dusun/Desa Dempel, Geneng, Ngawi, yang mulai tersebar Selasa (21/3) lalu. Akun tersebut menyebar kabar dua siswa di madrasah itu diisukan akan diculik dua orang tidak dikenal dengan iming-iming es krim dan permen. Namun setelah ditelusuri, informasi tersebut ternyata hoax alias bohong. Kebohongan itu semakin menjadi setelah disebarkan melalui medsos facebook.‘’Informasi ini menyebar dengan cepat, padahal itu tidak benar, hoax,’’ terangnya.

Mantan kapolres Kota Mojokerto ini mengatakan akan memberikan pembinaan terhadap pelaku penyebar informasi hoax itu. Nyoman langsung menunjuk satreskrim Polres Ngawi agar memanggil pemilik akun facebook itu segera. ‘’Sudah kami telusuri, tidak ada kasus penculikan di Ngawi,’’ katanya.

Kapolres mengatakan isu penculikan menyebar begitu cepat sejak sepekan belakangan. Imbasnya banyak orang tua yang memiliki anak sekolah khawatir berlebihan. Hingga berbuntut pengaduan, baik via telepon maupun pesan singkat. Padahal kebenaran informasi itu diragukan. ‘’Polisi sedang mendalami motif banyaknya isu hoax yang menyebar belakangan ini,’’ tambahnya.

Perwira dengan dua melati dipundak ini mengatakan penyebaran isu hoax banyak tersebar melalui berbagai media. Mulai dari media sosial (Medsos), aplikasi chatting, termasuk informasi warga dari mulut ke mulut. Dia meminta agar masyarakat tidak menerima informasi mentah dan lantas menyebarkannya ke warga lainnya. ‘’Kebanyakan warga sekarang menerima informasi tanpa klarifikasi, dan langsung menyebarkannya ke warga lain, padahal informasi itu belum tentu benar,’’ bebernya.

Polisi Sabtu (26/3) kemarin mengumpulkan wartawan berbagai media sebagai upaya polres untuk menekan berbagai kekhawatiran warga, khususnya tentang hoax penculikan. Dia meminta, agar media dapat membantu polisi dalam memberikan informasi yang benar terkait isu hoax. ‘’Media sebagai salah satu penyampai informasi ke publik harus ikut berperan memerangi hoax,’’ terang mantan Kapolres Kota Mojokerto itu.

Kasubbaghumas Polres Ngawi AKP Eko Setyo Martono mengungkapkan, kegiatan tersebut diadakan sebagai bentuk komunikasi yang dilakukan pihaknya dengan awak media. Dia juga berharap agar media dapat jadi mitra dalam memberikan informasi dan pencerdasan. ‘’Wartawan harus menyampaikan informasi yang benar dan berimbang, supaya masyarakat dicerdaskan melalui produk jurnalistik,’’ pungkasnya. (ian/pra)

Sumber : radarmadiun.co.id

Jika ada pertanyaan maupun kritikan silahkan tulis di komentar, like dan share kalian sangat kami tunggu caranya tingal klik tombol share yang sudah kami sediakan di bawah ini. berikan informasi yang bermanfaat kepada semua orang. ID NEKAT TEAM

Disqus Comments