PONOROGO — Tujuh anjing pelacak diterjunkan untuk memaksimalkan proses pencarian korban tanah longsor Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo.
| Seorang petugas kepolisian dengan anjing pelacak mencari korban tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Senin (3/4/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) |
Pantauan Madiunpos.com, Senin (3/4/2017) siang, dua anjing pelacak bekerja dengan mengendus di sejumlah lokasi bencana tanah longsor. Terlihat beberapa petugas dari kepolisian menggunakan besi panjang dan dihunjamkan ke gundukan tanah longsor supaya anjing pelacak bisa mengendus bau di dalam tanah.
Kepala Unit Satwa K9 Polda Jawa Timur , Iptu Fauzi, mengatakan Polda Jatim menerjunkan tujuh anjing pelacak untuk mencari korban tanah longsor di Desa Banaran.
Dua anjing sudah diterjunkan sejak hari pertama evakuasi. Selanjutnya, Polda Jatim menambah lima ekor anjing pelacak untuk memaksimalkan pencarian korban. Sehingga ada tujuh ekor anjing pelacak yang diterjunkan untuk pencarian korban ini.
“Lima anjing pelacak yang diturunkan itu merupakan bantuan dari Ditpol Satwa Baharkam Mabes Mabes Polri,” jelas dia di lokasi bencana tanah longsor, Senin.
Dia menuturkan anjing pelacak ini akan mengikuti kerja alat berat yang menggali timbunan. Ketika anjing pelacak mencium bau mayat maka akan langsung menggonggong.
Fauzan menyampaikan jangkauan anjing pelacak hanya kedalaman tiga meter. Bila lokasi sasaran lebih dari tiga meter, petugas akan membuat lubang dengan besi panjang. Selanjutnya anjing pelacak akan mengendusnya.
Sumber : solopos.com
Jika ada pertanyaan maupun kritikan silahkan tulis di komentar, like dan share kalian sangat kami tunggu caranya tingal klik tombol share yang sudah kami sediakan di bawah ini. berikan informasi yang bermanfaat kepada semua orang. ID NEKAT TEAM