Sunguh Bencana tidak bisa kita duga duga datangnya. Informasi bencana terbaru yang kami terima Tanah Longsor Terjadi di desa Dayakan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo.
"Ilustrasi" kami belum mendapatkan gambar dari lokasi
Longsor di perkirakan Terjadi dini hari tadi. sekitar 150 Kepala Keluarga atau sekitar 600 warga Mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sejauh ini Belum ada laporan korban jiwa dan rumah yang terkena longsor.
Sementara hanya itu yang bisa kami sampaikan. selebihnya informasi akan kami update kembali di situs ini.
perlu kita pahami penyebab terjadinya tanah longsor itu bisa beragam tidak bisa kita hanya menyebutnya "Musibah" pasti ada sebab akibatnya.
Ciri-ciri Akan Terjadi Bencana Longsor
- Sehabis hujan, tampak retakan pada lereng
- Kerikil berjatuhan, tebing terlihat kurang kokoh atau rapuh
- Tiba-tiba timbul mata air baru
- Genangan air saat musim hujan akan lenyap saat akan terjadi longsor
- Pintu maupun jendela sukar terbuka
- Pepohonan tampak miring
- Halaman rumah atau dalam rumah yang mendadak ambles
Nah, berikut adalah penjelasan mengenai penyebab tanah longsor :
1. Tingginya curah hujan – Curah hujan yang tinggi adalah salah satu penyebab terjadinya bencana longsor. Ketika musim kemarau panjang, tanah akan kering dan membentuk pori-pori tanah (rongga tanah) dan selanjutnya terjadi keretakan pada tanah tersebut. Apabila hujan datang, otomatis air hujan akan masuk ke dalam rongga tanah atau pori-pori tanah yang terbuka tadi. Air hujan yang telah memenuhi rongga, menyebabkan terjadinya pergeseran tanah. Yang akhirnya mengakibatkan longsor dan erosi tanah.
2. Hancurnya bebatuan – Batu yang rentan longsor adalah bebatuan yang berada di lereng, dengan jenis batu yaitu sedimen kecil dan batuan endapan yang berasal dari gunung berapi. Biasanya batu di lereng itu sifatnya lapuk atau tidak memiliki kekuatan dan mudah hancur menjadi tanah, inilah pemicu terjadinya tanah longsor.
3. Tumpukan sampah – Sampah yang menumpuk tidak hanya menjadi penyebab banjir, akan tetapi juga tanah longsor. Ya, sampah sebagai pemicu longsor bila sampah tersebut telah menggunung ditambah dengan tekanan dari air hujan berintensitas tinggi.
4. Hutan gundul – Penebangan hutan secara liar yang mengakibatkan memberikan dampak akibat hutan gundul dapat berdampak pada terjadinya bencana longsor. Seperti kita tahu, pohon-pohon yang ada di lereng bukit atau pepohonan di hutan sekitar, akarnya bemanfaat untuk menyimpan air dan memperkuat struktur tanah. Sehingga tanah akan tetap kokoh dan tidak longsor.
5. Getaran – Getaran kecil yang disebabkan oleh lalu lintas kendaraan di sekitar lereng perbukitan, tidak secara langsung mengakibatkan tanah jadi longsor. Tetapi berproses, pertama jalanan di lereng bukit yang sering dilewati kendaraan perlahan akan mengalami keretakan yang jika dibiarkan, lama-lama akan longsor. Sementara getaran besar yang langsung menyebabkan tanah longsor antara lain diakibatkan oleh bahan peledak atau gempa bumi.
6. Erosi – Erosi merupakan pengikisan tanah. Penyebabnya bermacam-macam, salah satunya adalah aliran sungai yang terus mengikis tebing di sekelilingnya. Terlebih jika tebing itu tidak memiliki penahan berupa pepohonan, maka kemungkinan besar tanah pada tebing bisa longsor. (baca : cara mencegah erosi tanah)
7. Bendungan susut – Turunnya permukaan tanah dan timbulnya retakan diakibatkan oleh penyusutan muka air danau atau bendungan dengan cepat. Penyusutan ini berdampak pula pada hilangnya gaya penahan lereng.Waduk dengan kemiringan 220o berpotensi untuk longsor.
8. Lereng dan tebing yang terjal – Proses pembentukan lereng atau tebing terjal adalah lewatnya angin dan air di sekitar lereng yang berdampak pada pengikisan lereng tersebut. Waspada jika di sekitar tempat tinggal terdapat tebing atau lereng terjal, karena rawan tanah longsor. (baca : perbedaan dataran tinggi dan dataran rendah)
Sponsors Link
9. Menumpuknya material – Banyak warga yang ingin melakukan perluasan pemukiman dengan cara menimbun lembah atau memotong tebing. Tanah yang digunakan untuk menimbun lembah, belum benar-benar padat, jadi tatkala proses terjadinya hujan tiba-tiba mengguyur dapat menimbulkan retakan dan permukaan tanah yang turun.
10. Longsoran lama – Dalam memilih daerah tempat tinggal, hindari daerah yang pernah mengalami tanah longsor karena daerah tersebut rawan longsor kembali. Tanahnya rentan gugur apalagi bila ada tekanan dari angin, air, dan lainnya.
11. Kelebihan beban – Adanya beban yang terlampau berat akan memberi tekanan pada tanah, sehingga tanah mudah longsor. Contohnya adalah adanya rumah, pemukiman di lereng, kendaraan yang lalu lalang di tikungan lembah.
12. Tanah tak padat – Tanah yang tidak padat contohnya adalah tanah liat. Sifat tanah yang pecah ketika pada pembagian musim seperti musim kemarau atau kering melanda dan lembek saat terkena curah hujan tinggi menyebabkan rawan mengalami longsor. Tanah yang kurang lebih ketebalannya 2,5 meter akan longsor jika terdapat pada kemiringan atau sudut lereng 220o.
13. Ada lahan pertanian di lereng – Penataan lahan pertanian maupun perkebunan yang buruk akan berdampak pada timbulnya bencana longsor. Tanaman pertanian dan perkebunan memiliki akar yang kecil dan tidak cukup kokoh untuk menjaga struktur tanah tetap kuat. Pepohonan ditebang seenaknya untuk membuka lahan perkebunan dan pertanian tanpa mempertimbangkan efeknya. Pepohonan yang ditebang fungsinya memperkuat tanah dan akarnya mampu menyerap air, dan untuk menghindari penyebab pemanasan global sehingga ketika curah hujan tinggi, tidak akan terjadi bencana longsor maupun banjir.
Pencegahan Bencana Tanah Longsor
- Hindari membangun rumah di bawah atau dekat tebing
- Buat sengkedan atau terasering di lereng terjal kalau membentuk pemukiman di sana
- Hindari buka kolam atau perkebunan di lereng yang dekat dengan pemukiman warga
- Apabila terlihat ada retakan, segera tutup retakan tersebut dengan tanah yang kemudian dipadatkan supaya air hujan tidak bisa menerobos celah-celah tanah
- Hindari pemotongan tebing jadi tegak
- Penebangan pohon di sekitar lereng sebaiknya jangan dilakukan
- Pemukiman yang didirikan di tepian sungai, rentan terkena erosi. Jadi cari daerah lain yang lebih aman bila ingin mendirikan rumah
- Pembuatan saluran pembuangan air (SPA) yang otomatis bisa menjadi saluran penampungan air tanah (SPAT). Saat curah hujan tengah tinggi saluran menjadi SPA, tetapi ketika intensitas hujan rendah dapat berubah menjadi SPAT (baca : manfaat curah hujan yang tinggi)
- Menanam jenis tanaman keras dan ringan, memiliki perakaran dalam di wilayah curam
- Pengembangan usaha tani ramah longsor lahan, sebagai contoh menanam hijauan makanan ternak dengan cara panen pangkas.
Tindakan ketika tanah longsor terjadi
- Sigap melakukan penyelamatan dan memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat pada korban. Hal ini pun dilakuan agar korban bencana tidak bertambah banyak
- Melakukan rehabilitasi, memulihkan kondisi korban beserta sarana dn prasarana. Contohnya keadaan ekonomi dan sosial, termasuk sarana transportasi
- Pengkajian terhadap perkembangan tanah longsor dan cara pengendalian
- Bila bencana sudah susah untuk dikendalikan, maka harus menyiapkan relokasi para korban bencana longsor.
