PULUNG - Bencana longsor Ponorogo, tepatnya di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menjadi perhatian Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan mengirimkan tim mitigasi. Tim terdiri dari ahli berbagai bidang ilmu ini dipimpin langsung Rektor UGM Dwikorita Karnawati.
Dwikorita menjelaskan tim yang dipimpinnya ini berangkat sehari setelah kejadian longsor yang diperkirakan merenggut nyawa 28 orang. Saat ini, Rektor UGM bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, berada di lokasi longsor Ponorogo.
Menurut dia, tim ini nantinya bekerja untuk mengetahui penyebab utama longsor. Selain itu tim juga menganalisis dan mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan di lokasi ataupun wilayah lain di Ponorogo.
"Tim mitigasi langsung terjun ke lokasi bencana dengan tujuan untuk mencari fakta riil di lapangan," ucap Rektor UGM dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Senin, 3 April 2017.
Dwikorita mengungkapkan, tim mitigasi akan membantu pemetaan lokasi relokasi bagi warga yang terdampak bencana. Pemetaan dilakukan dengan menggunakan berbagai alat seperti drone.
"Kalau dilihat secara alamiah memang kondisi lerengnya labil, ditambah curah hujan yang tinggi. Struktur geologinya rapuh dengan adanya zona patahan," tutur dia.
Ilmu Titen
Rektor UGM menjelaskan timnya nanti juga akan menggalakkan perlunya menerapkan Ilmu Titen. Ilmu Titen ini untuk mengenali ciri-ciri lahan dan lereng yang rentan longsor ataupun tanda-tanda awal lereng akan longsor. Diharapkan dengan ilmu Titen korban jiwa akibat longsor dapat dihindari.
"Ilmu Titen ini diharapkan masyarakat akan semakin memahami peringatan dini longsor, sehingga dapat mencegah atau pun menghindari longsor," ia menguraikan.
Sementara itu, Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, pemerintah daerah sebenarnya sudah mengantisipasi terjadinya longsor tersebut. Hal itu terbukti dari warga yang sudah mengungsi pada malam hari. Namun pada saat kejadian mereka saat itu tengah kembali bekerja di ladang jahe.
"Sistem peringatan dini sebenarnya sudah berjalan. Tapi pada saat kejadian warga ada yang kembali ke ladangnya," Kepala BNPB memungkasi penjelasan seputar longsor Ponorogo.
Sumber : liputan6.com
Jika ada pertanyaan maupun kritikan silahkan tulis di komentar, like dan share kalian sangat kami tunggu caranya tingal klik tombol share yang sudah kami sediakan di bawah ini. berikan informasi yang bermanfaat kepada semua orang. ID NEKAT TEAM
